Selasa, 14 Maret 2017

Hancur Lebur ala Blogger


https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/d3/87/e0/d387e01fb25e3de0c3a8171a93770634.jpg
Jadi blogger itu ibarat samurai. Jalan yang ditempuh adalah jalan pengorbanan. Nggak mudah. Selalu ada halangan dan rintangan menghadang. Nggak semua bisa kita hadapi dengan sempurna. Apalagi kalau rintangannya berat dan di luar pengetahuan kita.

Hari ini, mungkin rintangan paling berat kuhadapi. Blog berbayarku, www.harahope.com berkali-kali dihajar persoalan. Sebelumnya dihajar plug-in yang eror sampe-sampe blog nggak bisa upload gambar. Sekarang error 500.



Ketika kubaca definisinya, Error 500 adalah :

Error 500 : Error ini mengindikasikan bahwa terjadi masalah pada server. Sebagian besar disebabkan karena kesalahan penulisan pada .htaccess ataupun konfigurasi PHP (versi php dan ekstensionnya) yang tidak cocok dengan scriptnya.

Hmmm, kedengeran gampang dan mudah dicerna.
Tapi ketika baca cara memperbaikinya : 

1. Refresh website Anda
Cobalah tekan tombol F5 beberapa kali. Jika kadang tidak error, kemungkinan besar itu karena website Anda menggunakan resource CPU atau RAM melebihi limit yang ditentukan oleh hoster Anda, sehingga server akan memproteksi resource agar tidak mengganggu pelanggan lain. Hal ini biasa terjadi pada hosting dengan CloudLinux. 

2. Cek permission file
Pastikan permission untuk file adalah maksimal adalah 644 dan untuk direktori/folder adalah 755. Anda tidak perlu melakukan CHMOD ke 777 agar suatu direktori atau file bisa dimanipulasi (diisi file, edit, upload dll) karena jika hosting Anda menggunakan suExec, maka Anda bisa melakukan operasi file tersebut tanpa harus merubah permission ke 777 yang bisa mengurangi tingkat keamanan website. 

3. Cek File .htaccess
Kesalahan pada konfigurasi .htaccess juga bisa menyebabkan internal server error. Cara mengeceknya adalah dengan mengubah nama file .htaccess yang ada di directory public_html menjadi, misalnya : htaccess.txt, lau coba buka kembali website Anda. Jika sudah normal, berarti konfigurasi .htaccessnya bermasalah. Tetapi jika tetap error, berarti bukan karena file .htaccess tersebut. 

Aku langsung nangis bombay.
"Maaaak........ Kenapa kau tidak lahirkan aku brojol ceprot  jadi pakar IT?!"

Tapi sudahlah.... sudah begini adanya. Sementara kucari orang yang lebih paham--dan belajar lebih giat tentang  IT--mari kita ngeblog di platform gratisan lagi :D

Rabu, 25 Mei 2016

[Jewel Box] Berburu Harta Karun di Langit Selatan

http://www.experiential-learning-games.com/images/treasure-hunt.jpg
Harta karun identik sama bajak laut. Iyalah........ Lihat saja mata Kapten Jack Sparrow (Pirates of The Carribian) pasti ijo liat harta. Andai punya teropong bintang, mereka pasti ngebet punya pesawat antariksa buat menjarah harta karun di langit.

Sebab di langit juga ada harta karun yang layak diburu. Ini beneran, bukan hasil puisi alay ala penulis novel Hara Hope. Harta karun itu Kappa Crucis NGC 4755.

Namanya bikin pusing? Pasti. Biar gampang, kita sebut dia pakai nama ngetopnya:  Jewel Box.

Dilihat dari namanya pasti ketahuan kenapa star cluster ini sampai beraroma harta karun. Pasti karena keindahannya bikin ijo semua mata, seakan benda yang diintip bukan bintang tapi kumpulan harta karun.

Setidaknya alasan itu kena di gue! Waktu pertama kali melihatnya, gue mesem-mesem. Gue seperti melihat rubi, saphir, aquamarine, jamrud, bahkan batu akik reuni dalam satu kotak. Indah bet mamen........
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c3/A_Snapshot_of_the_Jewel_Box_cluster_with_the_ESO_VLT.jpg/300px-A_Snapshot_of_the_Jewel_Box_cluster_with_the_ESO_VLT.jpg
Perhatikan bintang-bintang paling terang. Itulah Jewel Box (wikipedia)
Pengalaman berharga ini menggerakkan hati gue untuk mencantumkannya ke dalam novel Love in Twilight, dijadikan adegan penting Rio terpukau-pukau melihat keindahan langit malam di Observatorium Bosscha bareng cemcemannya, Vega. Lumayan sakral bin romantis lah menurut gue. :D

Jika kalian penasaran lihat penampakannya aslinya (bukan cuma foto), bulan Februari-Juli cocok buat hunting. Arahkan teleskop ke Rasi Bintang Crux alias Gubukpeceng di selatan. Temukan Jewel Box di sekitar bintang Beta Crucis atau sayap kiri Gubukpeceng (lihat gambar bawah). Sebisa mungkin kita pakai teleskop jenis reflektor dengan apertur di atas 70 mm biar penampakannya jelas.Ciri-ciri standar teleskop jenis ini tongkrongan buat ngintipnya ada di samping.

Kalau tidak punya teleskop, jangan putus harapan. Coba main ke  Observatorium Bosscha, atau kedipin temen-temenku  di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) di Planetarium Jakarta biar diajak ngintip harta karun ini.
http://www.psychohistorian.org/img/astronomy/obs-articles/finding-the-jewel-box.jpg
Regards,
Hara Hope
Novelist, space traveler, life traveler

Selasa, 03 Mei 2016

[Tentang Kehilangan] Semua gara-Gara AADC 2

Kemarin malam aku mimpi kena banjir, lalu cuci tangan dari air banjir itu. Jujur aku paling sebal mimpi yang ada air-nya. Menurut tafsir mimpi aliran Kungfu Kuburan Kuno, air berarti emosi. Kita seakan dikasih isyarat akan terlibat suatu kejadian yang menguras emosi  jiwa.
me and banjir sebenarnya banjir--bukan mimpi
Me and banjir sebenarnya banjir--bukan mimpi
Tidak tahu kebetulan atau kebenaran, siang tadi aku tonton Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2. Orang bilang, ati-ati nonton film ini, takutnya baper. Baper?? Prett...!! Udah ga zamannya kali baper. Udah bilang "dear mantan, maapin aku yang dulu" juga.

Benar aja. Sekalipun ada beberapa adegan Cinta-Rangga yang kusukai, bukan chemistry mereka yang   memecahkan  kejumudan hatiku. Tetapi tentang Rangga yang bertemu ibunya sejak 25 tahun lalu--sejak Rangga dicampakkan begitu saja seperti kantong kresek bekas gorengan.

Ada pedih menusuk-nusuk di kedalaman saat kusaksikan Rangga menangis bisu dalam pelukan perempuan yang  meninggalkan kekosongan di hati sekaligus membuatnya menanggung rindu setengah mati. Seketika bulir hangat mengalir dari kantung mataku. Aih, mata ini mengapa tak mampu menahan emosi? Mengapa harus menangis  gara-gara Rangga bertemu perempuan renta, sakit-sakitan, dan pikun?

Hatiku sontak membuncah. Satu bisikan menjerit pelan, "Ibu!"
salah satu adegan film AADC 2
salah satu adegan film AADC 2
Getaran gemanya  mampu meluluhlantakkan  ketegaran yang kupupuk diam-diam. Aku terkejut menemukan diriku menangis bisu di dalam bioskop gelap penuh penonton. Bukan menangisi nasib Rangga, melainkan nasibku yang ternyata lebih pedih dari Rangga.

"Kamu beruntung, Rangga. Kamu masih bisa menemui ibumu seperih apa pun rasamu membebat rindu. Tetapi aku.....? Bagaimana kukejar rindu  jika kutemukan hanyalah batu nisan dingin yang tak  membalas pelukanku? Bagaimana pula kukejar rindu sang ayah yang telah mendahului ibu?"

Kadang-kadang aku sedih melihat anak-anak memilih bermusuhan dengan orangtuanya. Jika boleh berkata, aku ingin bilang, "Bolehkah orangtuamu untukku saja?"

Kadang-kadang aku cemburu melihat anak-anak dimanjakan orangtua mereka. Minta apa saja dikabulkan. Minta rumah, minta mobil, minta dimodalin kawin,  dikabulkan.

Kalian beruntung memiliki ayah-ayah dan ibu-ibu yang masih sehat dan mampu membahagiakan kalian. Kalian beruntung memiliki orangtua-orangtua yang masih bisa membalas pelukan tangan kalian. Dan kalian beruntung memiliki orangtua-orangtua yang masih bisa diajak bertengkar bersama kalian.

Maka bertengkarlah! Bingar pun tak mengapa! Setidaknya kalian masih mendengar suara mereka. Setidaknya kalian tahu mereka masih bernapas dan sehat walafiat untuk diajak berdebat.

Karena aku tidak bisa mendapatkan lagi itu semua......

Karena aku hanya bisa berpura tegar seakan aku baik-baik saja tanpa melihat senyuman mereka.....

Setidaknya aku masih dapat menyimpan kenangan indah itu. Mungkin harusnya kubilang tersimpan baik pula di dalam  komputer andai file berharga itu tidak ceroboh terhapuskan.

 Setidaknya perasaan rindu dan sayang ini tertanam  baik dalam novel Summer Triangle dan Love in Twilight yang memang kutulis khusus  mengangkat tema "tentang kehilangan" dan "baper". Tapi nggak ada tema khusus tentang kisah  orangtuaku. Ceritanya tetap percintaan ala anak muda. Namun kisah tentang orangtuaku kurepresentasikan melalui kesedihan tokoh Nina saat kehilangan kakeknya.

And last but not least....
The Hope's Family Gathering
The Hope's Family Gathering
Setidaknya aku memiliki istri, anak, mertua, saudara-saudara, dan keponakan yang mampu menetralisir racun kerinduan berlebih ini. Percayalah, bertambah umur tidak menjamin kita semakin pandai mengatasi kerinduan pahit semacam ini. Namun bertambah orang-orang yang menyayangi dan disayangi  membuat kita terbantu untuk mengatasi kerinduan ini lebih lembut dan cepat.

So thank you, Rangga. Kamu sudah membuat aku baper kayak gini. Yang kamu lakuin ke aku itu sungguh.... JA.....HAT......

Kamis, 07 April 2016

Dilarang Sakit di Anambas! (Edisi: Jika Aku Tim Nusantara Sehat)

“Pak Hara. Mohon bantuan ya, menyosialisasikan Pekan Imunisasi Nasional. Terutama Desa Argasunya lho.” sahut ibu pejabat Dinas Kesehatan Kota Cirebon terkait PIN 2016.

“Siap, Bu dokter!” jawabku mantap.

Padahal di hati muncul perasaan ngeri-ngeri sedap dengar nama Argasunya. Kenapa begitu? Apakah Argasunya berhantu? Oooo… tidak. Tidak.
Pintu masuk Kampung Benda, Argasunya. Mobil/motor tidak bisa masuk. Dok. Pribadi. Upload pertama di NongkrongdiCirebon

Siapapun tahu—WHO pun tahu—warga Desa Argasunya menolak mentah-mentah imunisasi. Saat PIN 2016 kemarin, tingkat keberhasilannya cuma 62% dari target 90%. Padahal MUI sudah mengumumkan imunisasi halal (cek Republika dan Eyang Anjari). Ini jadi PR bersama, termasuk aku dan kawan-kawan dalam kapasitas tenaga penyuluh keagamaan. Kami tahu pasti yang terjadi di lapangan. Di Argasunya terdapat satu kampung yang hidup secara eksklusif dan menolak “modernisasi”. Hal-hal asing dianggap haram sekalipun fatwa sekaliber MUI menghalalkannya. Diperlukan upaya yang tidak sebentar dan cara yang simpatik dalam merebut hati mereka dan membuktikan bahwa program yang ditawarkan baik untuk kesehatan.

Karakteristik serupa kita jumpai pada masyarakat terisolir seperti daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Diperlukan “hal-hal tidak biasa dan tidak instan” menanganinya. Karenanya aku senang sekali ketika Kementerian Kesehatan membuka program Tim Nusantara Sehat. Aku sampai tidak segan berandai-andai menjadi tim ini untuk Kepulauan Anambas, salah satu tempat yang tidak mengizinkan kita sakit.

Lebih jelasnya, kita kupas satu per satu.

Apa Itu Tim Nusantara Sehat
Tim Nusantara Sehat. Sumber gamar di SINI
Tim Nusantara Sehat adalah program yang diluncurkan Kementerian Kesehatan sebagai upaya penguatan pelayanan kesehatan primer atau puskesmas melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi, dan mutu tenaga kesehatan.

Anggota timnya terdiri dari dokter umum, bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, ahli teknologi laboratorium medis, serta tenaga kefarmasian yang sudah mendapatkan pembekalan dan akan bertugas selama dua tahun. Tiap-tiap tim disebar ke berbagai DTPK dari Sabang sampai Merauke, termasuk Pulau Belakangpadang, Batam.

Inilah yang kusuka.  
Pertama, program menyasar DTPK.  
Kedua, program berlangsung tidak instan, dan
Ketiga, program memiliki pendekatan lebih menyeluruh dan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang. Program ini cocok sekali untuk Kepulauan Anambas,  salah satu daerah penempatan Tim Nusantara Sehat juga.

Mengapa Anambas?

Jika kita ketik kata “anambas” di mesin Google, gambar pemandangan laut luar biasa bin emejing akan muncul. Kawanku menikah dengan penduduk asli Anambas. Dia sampai bilang begini,
“Gila bener, Har! Aku sudah keliling Indonesia, baru kali ini bengong lihat pemandangan menakjubkan. Aku sampai bilang, ‘ini beneran pantai atau surga?!'.”
Pulau Bawah di Kepuauan Anambas. Sumber gambar dari SINI
Dia tidak bercanda, tempat ini emejing sungguh emejing!! Pulau Jemaja, misalnya, menampilkan pesisir pantai landai sepanjang 7 kilometer . Pulau Kuku pernah dijadikan tempat eks pengungsi Vietnam, dan hampir setiap tahun keturunan mereka berziarah. Pulau yang kusuka adalah Pulau Bawah. Pemandangan terumbu karang ruarr biasa dahsyat.

Jika datang sebagai turis, kita pasti termehek-mehek oleh romantika surga kecil ini.  Tapi jika datang untuk menetap, kita akan paham Anambas menyimpan kisah sedih (khas) daerah perbatasan.

Kisah sedih pertama, akses transportasi. Tidak banyak pilihan moda transportasi. Kita hanya bisa mengandalkan kapal ferry dari Tanjung Pinang selama 9 jam perjalanan. Kalau kita penyabar, bolehlah naik kapal Pelni dari Tanjung Priok selama 36 jam. Dan kalau kita orang Eropa tajir, datanglah ke Anambas via Singapura naik yacht superkeren, lalu bermalam di dalam yacht tanpa perlu mencium bau amis atau solar bocor. Dulu ada akses transportasi udara, tapi temanku bilang penyedia maskapai gulung tikar.

Kisah kedua, akses komunikasi. Jaringan telepon selular memang ada, tapi sekalinya hilang bisa  berminggu-minggu karena berbagai alasan.

Kisah ketiga, bahan makanan. Ikan jelas murah karena mudah didapat. Tetapi jangan harap menemukan bakso, cimol, siomay, bahkan sayur mayur dengan mudah. Tomat, misalnya. Penduduk Anambas tidak terbiasa menanam tomat untuk diperdagangkan. Barang seperti ini mesti dikirim dari Tanjung Pinang atau Malaysia. Daging pun begitu. Penduduk tidak datang ke los-los daging, tapi pedagang dagingnya  datang ke rumah-rumah mencatat siapa yang ingin beli daging. Malamnya dia sembelih sapi, lalu paginya diantarkan daging itu. Saat  Lebaran aturannya “spesial”. Siapa yang datang duluan ke tempat penyembelihan (tengah malam),  dia dapat jatah daging. Telat sedikit, gigit jari!

Syukurlah orang-orang Anambas dikaruniai kesabaran luar biasa atas keterbatasan ini. Hanya satu paling mereka risaukan: keterbatasan fasilitas kesehatan.

Dilarang Sakit di Anambas
Peta dan profil Kepulauan Anambas. Gambar Dok. BPP Kep. Anambas

Temanku itu, paling pusing kalau anaknya sakit, walaupun hanya panas.
“Lebih pusing lagi kalau panasnya tidak turun sampai tiga hari, Har. Pikiranku langsung gelap. Jalan satu-satunya pergi ke Tanjung Pinang, lalu terbang ke Singapura atau Malaysia. Itu kalau cuaca normal. Bagaimana kalau sedang musim utara? Ombaknya tinggi-tinggi. Tidak ada kapal berani lewat kecuali kapal ferry. Lha datangnya aja nggak setiap jam! Dengan apa aku bawa anak ke rumah sakit?!”
Aku pernah dengar tentang musim utara itu. Curah hujannya tinggi, ombaknya pun tinggi sekira  1-6 meter. Ngeri! Akibatnya  kiriman logistik terganggu, termasuk sembako dan obat-obatan.
“Di sini uang bukan segalanya, Har. Kesehatanlah segalanya,” temanku lirih.

“Sering sekali terjadi kematian gara-gara ‘sakit ringan’. Bukan karena dokter tidak mampu, tapi karena perjalanan antarpulau. Orang yang sakit bisa tidak kuat perjalanan, lalu tiba di puskesmas dalam keadaan tidak bernyawa.”

“Dulu juga pernah ada wanita hamil yang bayinya sungsang dan terbelit ari. Supaya bayi lahir selamat, mesti pembedahan caesar. Lha mana ada peralalatan caesar lengkap di sini? Kita harus pergi dulu ke Singapura atau Malaysia. Si jabang bayi akhirnya meninggal di dalam perut. Ironisnya, saat ada kapal yang bisa bawa dia ke Malaysia, itu cuma buat mengeluarkan jasad bayinya saja.”
Hatiku menangis mendengarnya. Ini  seperti serangkaian pernyataan “dilarang sakit di Anambas”!

Tim Nusantara Sehat Penting Dilaksanakan
Ibu Menkes saat penyematan tanda peserta pembekalan Tim NS. Sumber gambar di SINI
Inilah alasannya mengapa program Tim Nusantara Sehat penting dilaksanakan. Sudah saatnya warga Indonesia di daerah tertinggal dan perbatasan mendapat perhatian dan hak yang sama seperti warga perkotaan. Ibu-ibu hamil mereka layak diselamatkan. Janin dan bayi mereka layak diselamatkan. Dan orang-orang sakit lainnya pun layak diselamatkan.

Terlebih kawasan perbatasan hakikatnya menyimpan api dalam sekam. Karakteristiknya "rapuh"  karena secara psikis jiwa mereka lebih dekat dengan kehidupan negara tetangga walau secara fisik berkewarganegaraan Indonesia. Ini disebabkan ketidakhadiran Negara dalam memerhatikan mereka, sehingga mereka cari jalan sendiri walau  harus menyeberangi batas wilayah negara (yang mungkin saja mengaburkan semangat kebangsaannya).
 
Dengan program Tim Nusantara Sehat-lah kukira hal tersebut dapat direduksi. Lewat program ini Negara bisa membuktikan bahwa Negara ada untuk mereka. Bahwa mereka tidak sendirian di ujung nusantara sana. Bahwa keberadaan mereka diakui dan diperhatikan. Bahwa mereka bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Bahwa mereka juga orang-orang yang pantas dirindukan.

Dan ini tidak bisa dilaksanakan secara instan. Perlu upaya serius dan simpatik untuk merangkul mereka secara bertahap. Karenanya aku pasti akan senang sekali jika menjadi  Tim Nusantara Sehat. Aku senang bisa memberi manfaat kepada orang banyak dan membaktikan diri agar Nusantara yang Sehat  terwujud secara menyeluruh.

Kasus Argasunya menunjukkan hal ini tidak mudah. Perbedaan budaya, nalar, dan kondisi alam dapat menjadi penghalang yang vital. Asalkan kita percaya bisa melakukannya, maka kita bisa.

Jayalah terus, Indonesia! Jayalah terus Tim Nusantara Sehat!

Hara Hope
Novelis, Blogger, Traveler, Space Traveler








*FYI, sejauh ini pemerintah pusat dan daerah getol membangun sarana/prasarana di Anambas. Semoga Anambas kian maju ke depannya. Amiiin.....

Selasa, 29 Maret 2016

Nikmatnya Shalat Gerhana di atas Kapal Bakamla

Gerhana Matahari Total 2016 sudah lewat. Tapi kesan-kesannya masih membekas sampai sekarang (dan semoga nggak akan terlupa walau tua nanti beranjak pikun ha ha). Satu hal paling berkesan adalah nikmatnya shalat gerhana di atas kapal Bakamla.
Menilik ruang kemudi kapal Bakamla
Waktu itu, aku, istri, dan rombongan Laskar Gerhana Matahari Total detikcom bertolak ke perairan Tidore dari pelabuhan Ternate agar dapat spot paling dahsyat di sana. Kami menumpang dua buah kapal milik Bakamla, yaki KN. Gajah Laut dan KN. Kuda Laut.

Tanpa hujan tanpa angin, Mbak Gelies dari detikcom menghampiriku.

Rabu, 23 Maret 2016

#WonderfulEclipse, Bulan Madu Tiada Taranya

#WonderfulEclipse, bulan madu tiada taranya....

Judul di atas sangat miris, karena aku tidak pernah mengajak istri bulan madu sekali pun! Ini menyedihkan..... Padahal keinginan istri sederhana saja, hanya ingin ke Kepulauan Seribu. Dia sering mendengar tentangnya, buah perjalananku bersama kawan-kawan klub astronomi kala bujangan. Dia ingin memastikan betapa indahnya langit tanpa distorsi cahaya Jakarta, sunrise di pagi hari, juga laut yang membiru.

Dan aku tidak pernah mampu mewujudkannya....
Detik-detik GMT atau #WonderfulEclipse 2016

Kenyataan itu terus menghantui, terlebih saat kami tak lagi tinggal di ibukota. Dia terlihat sedih, hatiku hancur berkeping-keping.

Kuputuskan diam-diam mengumpulkan dana bulan madu. Target dua tahun ke depan saat gerhana matahari total (GMT) atau solar eclipse 2016. Tidak ke Kepulauan Seribu tapi ke lokasi yang dilewati eclipse 2016.Perhitungan sementara, butuh 10 juta untuk perjalanan dan akomodasi kami berdua. Jumlah yang sebenarnya sedikit untuk ukuran tabungan berdurasi dua tahun.

Tapi malang tak dapat ditolak, laptop--senjataku mencari nafkah--mati total. Aku mesti beli gantinya. Rumah pun bocor dan mesti direnovasi. Segala pembayaran kuambil dari tabungan rahasia.

Ini blunder. Menurut "kepercayaan orang tua", jika tabungan sudah diniatkan untuk keperluan tertentu, jangan dicairkan untuk keperluan lainnya. Atau hartamu perlahan-lahan akan habis. Percaya tidak percaya, itulah yang terjadi. #WonderfulEclipse 2016 di depan mata tapi tabungan rahasia berangka nol besar! Saya tertegun. Kesempatan langka, haruskah musnah begitu saja? Bagaimana kupertanggungjawabkan cinta ini, jika rencana bulan madu yang tak terlupakan saja tidak mampu diwujudkan?!

Halaman depan Fort Orange, benteng terbesar di Ternate
Tubuhku diam tapi benak berkelana. Aku mencari jalan, begadang setiap malam. Aku insomnia berat, ketika mendengar suatu media online mengadakan lomba berhadiah tiket nonton gerhana. But it's worth it, you know. Di hari yang cerah itu, aku memberanikan diri menghadapi istriku.

"Istriku sayang," kataku. "Ayo bulan madu. Aku dapat tiket nonton eclipse 2016!"

"Sungguh?! Ke mana?"

"Ternate!"

Istri malah tertawa.

"Kenapa? Ada yang lucu?"

"Aku cuma terlalu bahagia," ujarnya. "Itu kan cita-citaku sejak dulu. Aku sangat ingin menghabiskan waktu bersamamu di pulau 'terpencil' sambil menyaksikan benda langit kecintaanmu itu, yang juga membuat aku jatuh hati padamu."

"Walau bukan Kepulauan Seribu?"

"Ini jauh lebih baik dari Kepulauan Seribu, Sayang!"

Akh, lihatlah derai renyah itu. Pemecah kesedihan ulah suaminya yang bebal. Firasatku, derai itu kian rekah jika kami tiba di Ternate nanti.
Danau Ngade, tampak indah dari jendela pesawat.
Benarlah adanya. Pesawat masih mengudara, kami disuguhi lansekap luar biasa hebat. Gunung Gamalama dikepung lautan, diuntai hiasan danau laguna kehijauan. Itulah Ternate, Sayang. Tanah pengantin yang diperebutkan  Portugis hingga Belanda.

Sekarang aku tahu kenapa pulau ini digilai banyak bangsa. Pemandangan indah, rempah-rempahnya melimpah. Kami cicipi sirup buah pala, rasanya cetar membahana. Demikian juga ikan bobara sambal dabu-dabu, popeda, gohu, kopi goraka, dan nasi kuning cakalang yang kaya rasa. Orang Ternate pintar betul manfaatkan hasil buminya!

Masih Danau Ngade. Di latar tampak Maitara dan Tidore, yang ada di uang kertas Rp1000,-
Pantas saja banyak benteng peninggalan di sini. Portugis ataupun Belanda kadung tersihir pesonanya hingga enggan pergi setelah singgah.

Momen puncak kami tentu saja Eclipse 2016. Kami menumpang kapal Bakamla menuju titik pengamatan di Selat Tidore. Kami dengar dari kawan seantero Indonesia, pengamatan di beberapa lokasi tertutup awan kelabu. Kami harap-harap cemas di sini. Kami lihat air laut bergerak tenang, dan awan berarak tipis-tipis terang. Kami tersenyum lega.
Hari-H terlihat cerah. Awan justru berkumpul di Pulau Halmahera di kejauhan

Then this is it. Momen spektakuler perlahan terjadi. Rembulan melakukan konjungsi terhadap matahari. Sinar putih kekuningan tercaplok, piringan matahari terkikis setahap demi setahap. Lalu alam seketika gelap gulita. Fase gerhana matahari total telah sempurna. Kami berdua tersengat oleh ketakjuban. Kami seperti terlempar ke ruang hampa udara, di mana hanya kekosongan dan bintang gemintang yang menjadi teman.

Lihatlah! Matahari tampak anomali! Bagian tengahnya bolong oleh kegelapan. Tidak jauh darinya,  Venus dan Merkurius mencuri kesempatan untuk tebar pesona. Tidak ada benda terang lain kecuali ketiganya. Aku tergugu dalam keajaiban. Kami menangis haru, dan berucap "subhanallah" tiada hentinya. Ini berkah yang tidak ternilai! Ini berkah dari Allah SWT. Pantaslah kami begitu inginnya melaksanakan shalat gerhana tadi. Karena segala hal yang kami dapatkan sekarang begitu pantas untuk disyukuri....

Pemandangan "malam" saat Eclipse 2016. Merkurius tidak tertangkap kamere
"Aku pasti merindukan momen ini," kataku. "Terima kasih mengalaminya bersamaku, istriku."

Kami saling berpandangan dalam binar kebahagiaan. Kukecup keningnya, lalu kami jatuh dalam pelukan sayang.

Terima kasih, Allah, dari kami berdua. Inilah, #WonderfulEclipse, bulan madu tiada taranya.....
 
Me and my wife di atas kapal bertalarkan Gunung Gamalama/Ternate
Hara Hope
novelis, blogger, stargazer

Jumat, 18 Maret 2016

[TIPS] Cara Sakti Kuasai Astronomi (untuk Pemula)

Astronomi mulai populer sejak fenomena gerhana matahari total 2016. Banyak orang penasaran kapan sih momen spesial lainnya terjadi. Biar lebih siap menyambutnya gituh...

Kebetulan 26 Desember 2019, Indonesia kedatangan gerhana matahari cincin (GMC) yang nggak kalah dahsyat sama GMT. Tiga tahun lagi, sodara-sodara! Saatnya untuk menabung!! Itu belum ditambah momen-momen astronomis lain yang terjadi selama 3 tahun itu.

Biar nggak melewatkan momen penting apa pun, kita harus menguasai Astronomi. Ngambil kuliah Astronomi jelas lebih cetar. Bisa juga dengan baca tips sederhana Cara Sakti Kuasai Astrnomi (untk Pemula) di bawah ini. Dijamin gebetanmu terkesima lihat perubahan kerenmu ini :